Cinta Yang Suci (by Safrizal-Unsyiah-KImia)

">
Loading...

Senin, 22 November 2010

Makalah Pisikologi Pendidikan

Oleh : Mahasiswa Unsyiah Banda Aceh
 
KATA PENGANTAR



Assalamualaikum Wr. Wb
Marilah kita senantiasa untuk bersyukur kepada Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayahnyalah Penulis dapat menyusun sebuah Makalah Psikologi Pendidikan tentang Bimbingan belajar yang sangat sederhana ini.
Shalawat dan salam semoga dapat tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW, yang telah Merubah pradaban zaman, dari zaman jahiliyah kezaman Islamiah, dari zaman kebodohan menuju kezaman kecerdasan seperti yang kita rasakan pada saat sekarang ini.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yth. Ibu Dosen Pembimbing Mata Kuliah Psikoligi Pendidikan Yaitu Ibu Inayati Iryani, S.Spi, yang telah membimbing dan memberikan masukan dan arahan demi tersusunnya Makalah ini, dan ucapan terimakasih yang kepada rekan-rekan Jurusan Tarbiyah Prodi Kependidikan Islam yang ikut terlibat Pembuatan Makalah ini khususnya Kelompok 11.
Kami menyadari Makalah ini banyak terdapat kekurangan baik dari segi penulisan maupun dalam segi sistimatikanya, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun penulis harapkan dan semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan forum diskusi. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

Sungai Penuh, 31 Oktober 2007
Wassalam

Kelompok 11








DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
A. TUJUAN PENULISAN
B. MANFAAT PENULISAN
C. SISTIMATIKA
BAB II. PEMBAHASAN
BIMBINGAN BELAJAR
1. PERANAN GURU DALAM BIMBINGAN
2. FUNGSI DARI BIMBINGAN
3. KEBUTUHAN BAGI ANAK
4. LANGKAH DALAM BIMBINGAN
5. TEKNIK INDIVIDUAL
6. TEKNIK KELOMPOK
BAB III . PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA.













BAB I
PEMBAHASAN

BIMBINGAN BELAJAR

Pengertian Bimbingan belajar

Secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuan. Tetapi tidak sama bantuan merupakan bimbingan. Sebagai contoh seorang kakak membantu adiknya memakaikan sepatu ; bantuan seperti itu bukan merupakan bimbingan ; istilah bimbingan merupakan terjemahan dari kata dalam bahasa inggris "Guidance". Dibawah ini akan diuraikan pengertian bimbingan dari beberapa ahli diantaranya :
Sedangkan belajar itu sendiri secara sederhana dapat diberi definisi sebagai aktivitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apayang telah dipelajari. Dan sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Aktivitas disini dipahimi sebagai serangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik, menuju ke perkembangan pribadi individu seutuhnya, yang menyangkut unsur cipta (kognitif), rasa (afektif), dan karsa (psikomotor).
Dalam "Year book Of Education" 1995 yang dikutip oleh I. Djumhur dan Moh. Surya (1981,25) dikemukakan bahwa bimbingan adalah : suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.
Menurut Arthur J. Jones yang dikutip Dewa Ketut Sukardi menyebutkan : bahwa Bimbingan ialah bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lainya dalam menetapkan pilihan dan penyesuaian diri, serta di dalam memecahkan masalah-masalah. Bimbingan bertujuan membantu pe4nerimaan secara bebas dan mampu bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri (1988)
Kata Guidance itu sendiri selain diartikan bimbingan bantuan juga diartikan Pimpinan, arahan, pedoman, dan petunjuk. Kata guidance berasal dari kata dasar (to) guide, yang artinya menuntun, mempedomani, menjadi petunjuk jalan, mengemudikan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa : Bimbingan merupakan suatu bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain (murid atau Klien) yang dirasa bermasalah, dengan harapan mudid atau Klien tersebut dapat menerima keadaan sehingga dapat mengatasi masalahnya dan mengadakan penyesuaian diri terhadap lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat
1. Peranan Guru dalam Bimbingan Belajar.
Guru merupakan tokoh yang disegani dimata masyarakat, di sekolah guru merupakan faktor utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Dengan demikian guru merupakan individu yang harus melaksanakan berbagai peran. Adapun yang dimaksud dalam peranan ialah suatu pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri- ciri khas semua petugas dari suatu pekerjaan atau jabatan tententu (I Djumhur dan Moh. Surya. 1981 : 12)
Sebagai seorang guru apabila ia sedang berada dilingkungan sekolah pada umumnya, dan di depan kelas pada khususnya, hendaknya mengenal dan memahami segala aspek pribadi anak didik baik dari segi jasmani maupun rohani, memahami segala aspek pribadi anak didik baik dari segi jasmani maupun rohani, memahami dan mengenal tingkat perkembangan anak didik, sistem motivasi/kebutuhan, pribadi, kecakapan, kesehatan mental, dan sebagainya. Bertindak yang bijaksana akan menjadikan citra guru dimata masyarakat selalu baik.
Seorang guru harus mempunyai motivasi sebagai guru, kesehatan mental dan tingkat kecakapan yang harus dimilikinya. Guru diharapkan dapat membantu siswa untuk mencapai tingkat kecerdasan dan kedewasaan. Dari keterangan diatas, maka seorang guru diharapkan tidak hanya berintergrasi dengan siswa saja, tetapai berintergrasi yang lebih luas yaitu dengan lingkungan sosial, keluarga, dan masyarakat. Apabila dirinci peran guru yang harus dilaksanakan dalam kegiatan pengajaran dan administrasi, ditianjau dari segi dirinya sendiri, dan dilihat secara Psikoligis, adalah sebagai berikut ::
a. Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran dan administratif guru dapat berperan sebagai berikut :
- Pengambilan Inisiatif
- wakil masyarakat
- orang yang ahli
- penegak disiplin
- pelaksana administratsi pendidikan
- pemimpin generasi muda
- penerjemah kepada masyarakat.
b. seorang guru dilihat dari dirinya sendiri, harus berperan sebagai :
- petugas sosial
- pelajar dan ilmuan
- orang tua
- pencari teladan
- pencari keamanan
c. Peran guru dilihat secara Psikoligis
- Ahli Psikoligis pendidikan
- Seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relation)
- Pembentukan kelompok
- Petugas kesehatan mental (mental hygience workeer).
2. Fungsi Bimbingan
Fungsi kegiatan bimbingan dan penyeluhan dalam kegiatan Pendidikan adalah:
1. Penunjang pelaksanaan Program Pendidikan
2. Pendorang belajar siswa
3. Pemantapan dan penggerak jalanya program pendidikan
4. pengarah pelaksana program pendidikan.
3. Kebutuhan Bagi Anak
kebutuhan merupakan dasari dari tingkah laku anak atau individu. Tingkah laku individu itu didorong untuk memenuhi kebutuhannya, dan sebaliknya apabila gagal maka anak atau setiap individu tersebut akan mempunyai masalah, baik bagi dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tingkah laku anak merupakan cara dalam memenuhi kebutuhanya, maka kegiatan belajar pada hakikatnya merupakan perwujudan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kebutuhan-kebutuhan pada individu atau anak itu diantranya adalah :
1. kebutuhan sandang
2. kebutuhan pangan
3. kebutuhan papan
4. kebutuhan memperoleh kasih sayang
5. kebutuhan ingin dikenal
6. kebutuhan memperoleh harga diri
7. kebutuhan memperoleh harga diri
8. kebutuhan memperoleh prestasi
9. kebutuhan untuk merasa aman
10. kebutuhan untuk memperoleh kemerdekaan diri.
4. Langkah-langkah dalam bimbingan
selanjutnya dalam melaksanakan bimbingan itu perlu dilaksanakan langkah-langkah yang diambil oleh Pembimbingl langkah-langkah bimbingan itu diantaranya adalah :
1. Identifikasi kasus
pada langkah ini maksudnya adalah untuk mengetahui kasus beserta gelaja-gejala yang nampak pada diri individu. Pembimbing mencatat kasus-kasus yang perlu mendapat bimbingan dan memilih kasus mana yang akan mendapatkan bantuan terlebih dahulu.
2. Diagnosa
Setelah pembimbing mencatat dan memilih kasus langkah selanjutnya adalah diagnosa yaitu pembimbing menetapkan masalah yang dihadapi kasus beserta latar belakangnya. Pada langkah ini yang dilakukan adalah mengumpulkan data dari individu. Setelah data terkumpul kemudian ditetapkan masalah yang dihadapi sert latar belakangnya.
3. Prognos
Prognosa ini merupakan langkah untuk menetapkan jenis bantuan atau terapi apa yang akan dilaksanakan untuk membimbing kasus, setelah latar belakang masalahnya diketahui. Untuk menetapkan langkah prognosa ini sebaliknya ditetapkan bersama setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan berbagai faktor.
4. Terapi
setelah kita mengetahui hasil dari prognosa, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan terapi apa yang akan diberikan sesuai dengan kasusnya. Pelaksanaan terapi ini akan memakan banyak waktu dan proses yang kontinyu serta sistematis, juga memerlukan, adanya pengamatan yang cermat.
5. Evaluasi dan Folow-up
langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil terapi yang dilakukan dn dalam langkah Folow-up atau tindak lanjut ini pembimbing melihat perkembangan selanjutnya dalam jangka waktu yang cukup lebih jauh.
5. Teknik Individual
Teknik pemberian bantuan secara individu yang bersifat Face Realtionship (hubungan empat mata) yang dilaksanakan antara Konselor dan konselee, biasanya masalahnya merupakan masalah pribadi, konselor diharapkan dapat bersikap simpati dan empati, simpati artinya menunjukkan adanya sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh konselee, sedangkan empati artinya : berusaha menempatkan diri dalam situasi diri konselee dengan segala masalah yang dihadapi.
6. Teknik Kelompok
Bimbingan kelompok bertujuan membantu memecahkan masalah yang dirasakan oleh kelompok siswa, melalui kegiatan kelompok, atau masalah yang bersifat individual yaitu yang dirasakan oleh seseorang individu sebagai anggota kelompok.
Teknik bimbingan kelompok diantaranya berbentuk :
1. Home room
Program ini dilaksanakan dengan tujuan agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih dekat. Diluar jam-jam pelajaran guru mengadakan pendekatan dengan murid-muridnya, saling tanya jawab, sehingga suasana terlihat akrab sebagaimana anak-anak mengutarakan perasaanya terhadap orang tuanya.
2. diskusi kelompok
dalam diskusi kelompok siswa-siswa dapat belajar memecahkan masalah bersama-sama.
3. Organisasi Siswa
Organisasi siswa dapat dilakukan baik didalam lingkungan sekolah, maupun diluar sekolah. Siswa memperolah kesempatan untuk belajar mengenal berbagai aspek kehidupan sosial, dapat mengembangkan bakat kepemimpinan, juga memupuk rasa tanggung jawab dan harga diri.


4. Sosiadrama
teknik ini dilaksanakan melalui kegiatan bermain peran. Dalam sosiadrama individu memerankan suatu tokoh tertentu dari suatu situasi masalah sosial.
5. Psikodrama
Psikodrama ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memecahkan masalah psikis yang dialami individu. Dalam teknik ini, diberikan kepada sekelompok siswa suatu ceria dimana tergambar adanya suatu ketegangan psikis yang dialami individu.
6. Remedia teaching
maksud dari teknik ini yaitu membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, bisa dalam penambahan pelajaran, pengulangan kembali, latihan-latihan maupun penekanan aspek-aspek tertentu tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami siswa, teknik bimbingan ini dapat diberikan baik secara individual maupun kelompok.



















BAB II
PENUTUP

1. KESIMPULAN

Secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuan. Tetapi tidak sama bantuan merupakan bimbingan. Sebagai contoh seorang kakak membantu adiknya memakaikan sepatu ; bantuan seperti itu bukan merupakan bimbingan ; istilah bimbingan merupakan terjemahan dari kata dalam bahasa inggris "Guidance". Dibawah ini akan diuraikan pengertian bimbingan dari beberapa ahli diantaranya :
Fungsi kegiatan bimbingan dan penyeluhan dalam kegiatan Pendidikan adalah:
5. Penunjang pelaksanaan Program Pendidikan
6. Pendorang belajar siswa
7. Pemantapan dan penggerak jalanya program pendidikan
8. pengarah pelaksana program pendidikan.
2. SARAN
Semoga makalah yang sangat sederhana ini dapat bermanfaat bagi Para pembaca, khususnya forum diskusi Jurusan Tarbiyah Prodi Kependidikan Islam dan dapat dipergunakan untuk membimbing peserta didik.













DAFTAR PUSTAKA


1. Prof. H. M. Arifin, M.Ed dan Dra. Etty Kartikawati, Bimbingan dan Konsling, Universitas Terbuka, Jakarta : 1992.
2. Drs. H. Umar dan Drs. Sartono, Bimbingan dan Penyuluhan, Pustaka Setia, Bandung : 1998
3. Drs. Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, Rineka Cipta, Jakarta : 2002.
http://mhragustia.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar